tari tradisional cina

Suku tionghoa atau tiongkok (pada dasarnya penggunaan kata tionghoa dan tiongkok berbeda, namun memiliki makna yang mengarah kepada suatu wilayah negara yang berada di Asia Timur) sudah memiliki tradisi dan budaya yang ada sejak sebelum masehi. Peradaban tiongkok maju seiring dengan kemajuan kerajaan-kerajaan cina yang sebagian dinastinya pernah menaklukkan dunia.
Walaupun di Indonesia kata cina memiliki konotasi yang buruk, namun pada dasarnya setiap peradaban yang datang ke Indonesia sudah mendapatkan tempatnya, bahkan sudah terjadi berbagai akulturasi budaya luar dengan budaya lokal yang ada di Nusantara.
Budaya tionghoa saat ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat dunia atau istilah kerennya mendunia, salah satunya tarian tradisional tionghoa yang banyak ditampilkan di berbagai negara. Dua tarian yang sangat indah dan mendunia adalah:

Tarian Dewi Seribu Tangan
Tarian Dewi Seribu Tangan atau dalam bahasa mandarin Qian Shou Guan Yin menurut sejarah merupakan tarian yang ditampilkan untuk menghibur kaisar, musiknya juga bernuansa kekaisaran. Tarian seribu tangan saat ini tidak hanya dinikmati oleh kaisar tetapi bisa juga dinikmati oleh masyarakat luas, karena ditampilkan di berbagai acara termasuk hari-hari besar agama budha.
Layaknya seribu tangan, tarian ini ditarikan oleh hampir 20 penari, baik laki-laki maupun perempuan. Gerakan tarian ini sangat rumit tetapi memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Keindahannya dapat memikat mata setiap penonton. Bagi orang budha tarian ini bukan sekedar sebagai tradisi atau pertunjukan semata, tetapi juga sebagai pemujaan dan ritual keagamaan.
Tarian dewi seribu tangan dalam setiap gerakannya menceritakan tentang sifat-sifat Dewi Kwan Im yang dalam kepercayaan agama budha sebagai dewi welas asih. Tarian ini bermakna kehidupan yang tenang, aman dan tentram.

Tarian Barongsai
Salah satu tarian tardisional suku tionghoa yang sudah mendunia adalah tarian barongsai yang keberadaannya bisa dilacak sejak abad ke-3 sebelum masehi, menurut catatan sejarah pada masa dinasti Qhin (Chin). Dalam perkembangannya kesenian barongsai kemudian populer pada zaman dinasti Nen Bai (Selatan Utara).
Barongsai merupakan tarian singa yang penarinya menggunakan sarung dan topeng yang menyerupai singa. Tarian ini di Indonesia paling banyak ditampilkan pada saat hari raya Imlek (Tahun Baru Imlek) dan saat ini sudah ada kompetisi khusus untuk tarian barongsai. Barongsai ditarikan oleh 2 orang dengan pengiring musik (drummer) sekitar 4 orang.
Di Indonesia barongsai diperkirakan masuk pada abad ke 17 masehi, ketika terjadi migrasi besar-besaran dari cina selatan. Di zaman orde lama, barongsai dilarang untuk ditampilkan, namun ketika masa reformasi dan ketika GusDur menjadi presiden, barongsai diizinkan untuk ditampilkan di tempat umum, bukan itu saja bahkan kepercayaan agama Kong Hu Cu diizinkan untuk berada di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *